Binatang yang masih satu famili dengan musang (viverridae) ini, lazim mengkonsumsi buah-buahan, salah satunya kopi. Luwak mempunyai indra penciuman yang sensitif, sehingga dia cuma akan memilih buah kopi berkwalitas bagus dan matang untuk dimakan.

Ini lah yang menjadi penyebab biji kopi yang terdapat dalam kotoran luwak, menjadi biji kopi berkwalitas tinggi. Kecuali itu, biji kopi ini telah difermentasi secara natural di dalam perut luwak, sehingga mewujudkan wewangian dan rasa total.

Pada awalnya luwak berasal dari Jawa dan Sumatera, tapi dikala ini kian banyak ditemukan di tempat lain seperti Toraja. Sebab harga kopi luwak yang tinggi, banyak luwak bermunculan di negara lain seperti Filipina.

Sayangnya, luwak sekarang tidak lagi hidup liar, tetapi banyak yang dipelihara di penangkaran, sehingga mereka mengkonsumsi biji kopi layak yang diberi petani luwak. Meskipun, yang membikin kopi luwak lezat, yakni kecakapan mereka memilih biji kopi berkwalitas di alam liar untuk dimakan.

Sedangkan seperti itu, kopi luwak konsisten menjadi kopi premium yang dicari di segala dunia. Malahan, kelezatan kopi luwak dikisahkan di sebuah film Hollywood, The Bucket List, 2007, yang dibintangi dua artis film pria kawakan dunia, Jack Nicholson dan Morgan Freeman.

Sistem pas memberi tahu kopi

Banyak orang bicara perihal nikmatnya berburu kopi nikmat. Tetapi sesudah diperoleh, apakah mereka tahu metode yang pas untuk memberi tahu kopi dengan pantas?

Berdasarkan Adi W Taroepratjeka, seorang spesialis kopi, metode pas memberi tahu kopi dapat berbeda-beda. \\\”Tetapi kopi dalam kemasan kan telah ada regulasi pakainya. Perhatikan, masih banyak yang tak mencontoh metode penyajian, sehingga tak mendapatkan mutu kopinya,\\\” terang Adi, dikala dihubungi.

Tentu saja, penyajian kopi yang pas tak terlepas dari mutu biji kopi, mutu air, proporsi, temperatur air panas, dan juga mesin kopi, jikalau memang berkeinginan memberi tahu kopi memakai mesin.

Kenal situasi air yang diterapkan, pilih yang bersih, murni dan tak terkontaminasi. Tetapi pula proporsi kopi dan air layak selera kepekatan. Tetapi, banyak yang menyenangi perbandingan 10 gram atau 2 sendok makan kopi, dengan 180 mililiter air.

Adi mengatakan bahwa penikmat kopi tidak senantiasa mesti bertolok ukur pada regulasi baku, bagus itu dalam hal meracik ataupun memberi tahu kopi. \\\”Jangan takut bereksperimen sebab selera orang kan berbeda-beda,\\\” ujarnya.

Banyaknya penikmat kopi dan mengentalnya kebiasaan ngopi di Indonesia, membikin kian banyak orang yang berkeinginan memelajari metode membikin kopi secara profesional. Ini langsung dicontoh dengan kian banyaknya bermunculan, sekolah yang mengajari metode merasakan ataupun memberi tahu kopi dengan pas.

Salah satu yang cukup populer di kalangan pencinta kopi, merupakan yang dinamakan A Bunch of Caffeine Dealers (ABCD) School of Coffee yang buka Januari 2013, di lantai 2 Pasar Modern Santa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Malahan, kehadirkan sekolah kopi yang segera diminati para pencinta kopi di Indonesia itu, mempunyai andil besar dalam menghidupkan kembali Pasar Santa yang sudah mati selama tujuh tahun.

Berdasarkan Adi, hal hal yang demikian betul-betul bagus bagi perkembangan kebiasaan ngopi di Indonesia. “Warung ya, kian banyak ilmu samakin baik,\\\” ujarnya. Nah, bagi Anda yang berkeinginan mencicipi dan merasakan varian kopi dari biji kopi lokal ataupun internasional, berikut lima saran kedai kopi asyik di Jakarta yang mesti dikunjungi.

Koffie Kios Tinggi

Kios Tinggi yakni kedai kopi yang disebut-ucap sebagai yang tertua di Jakarta dan mungkin di Indonesia. Bisnis kedai kopi itu sudah dijalankan turun temurun sampai sebagian generasi semenjak 1878 karena desainnya kiosnya yang memakai plafon minimalis yang sangat unik.

Kala itu, bisnis keluarga hal yang demikian masih berbentuk toko nasi tradisional sekalian toko kelontong, yang memasarkan barang-barang kebutuhan rumah tangga.

Kios hal yang demikian didirikan oleh Liauw Tek Soen dan berlokasi di jalan Moolen Vhiet Oost (Batavia) yang kini menjadi Jalan Hayam Wuruk, Jakarta. Tahun 1927, toko dibangun besar-besaran, dan mulai familiar dengan minuman kopinya. Sebab letak daerahnya yang agak tinggi, pelanggan yang kebanyakan petani menyebut toko ini dengan sebutan Kios Tinggi.

Kios Tinggi mulai berkembang dan pada 1938 menambah variasi kopi lainnya yang diracik sendiri oleh Liauw Thian Djie, generasi ketiga pemiliki toko ini. Kopi pertama yang diracik yakni kopi luwak kemudian bertambah variasi racikan yakni Torabica (kini diketahui dengan Rajabika), Arabica Spesial, Arabica Super, dan Robusta.

Pada 1978, toko tinggi dikelola oleh generasi keempat bernama Liauw Hiong Yan atau yang diketahui dengan Rudy Widjaja. Warung 1998 sampai dikala ini, Kios Tinggi dikelola generasi kelima, Angelica Widjaja.

Di tangannya, toko ini semakin diketahui, dan kapabel menembus pasar seperti supermarket, hotel, dan perkantoran sampai buka di salah satu mal besar di Jakarta dengan nama Koffie Kios Tinggi.

Warung keok dengan kedai kopi modern lain, Koffie Kios Tinggi mempunyai desain interior dengan plafon pvc yang elegan dan didominasi warna-warna hangat. Kecuali kopi, menu andalan yang menjadi unggulan pengunjung yakni menu-menu tradisionalnya yang dikemas modern, seperti kudapan manis cubit separuh matang, martabak manis, dan bakmi. Kisaran harga Rp8-68 ribu.