• Monthly Archives: December 2018

Kurikulum International Baccalaureate dan Program Diploma IB (DP)

IB school jakarta

Kurikulum International Baccalaureate (IB) adalah kurikulum yang diakui secara internasional dengan tujuan untuk membina siswa berpikiran internasional dan berpengetahuan luas. Ada sekitar 5.000 sekolah internasional di seluruh dunia yang menawarkan Kurikulum International Baccalaureate ini.

Salah satunya adalah Sinarmas World Academy sebagai salah satu sekolah internasional di jakarta. Meskipun demikian, masih banyak dari kita sebagai orangtua yang tidak paham dengan kurikulum yang satu ini. Untuk itu, melalui artikel ini, Kami akan memberikan sedikit pemahaman tentang Kurikulum International Baccalaureate beserta dengan salah satu program terpenting untuk Anda atau anak Anda, khususnya yang sedang berada dalam masa pra-universitas. Berikut penjelasannya.

 

Apa itu Kurikulum International Baccalaureate dan Mengapa itu Penting?

IB adalah kurikulum sekolah internasional tingkat menengah atas yang diakui secara global yang dijalankan oleh International Baccalaureate Organization (IBO), sebuah organisasi nirlaba independen yang berbasis di Swiss. Adapun dalam kurikulum International Baccalaureate ini terdapat empat program yang melayani siswa dari usia tiga hingga 19 tahun, tetapi biasanya yang dapat Anda manfaatkan untuk mendaftar ke universitas adalah Program Diploma IB (DP), yang merupakan pendidikan dalam dua tahun terakhir di tingkat menengah atas.

 

Program Diploma IB (DP)

Program diploma dalam kurikulum International Baccalaureate adalah program yang mempersiapkan siswa untuk sukses, baik di dunia perguruan tinggi dan maupun menjadi seseorang yang aktif dalam masyarakat global. Sesuai dengan definisinya, program DP pada Sinarmas World Academy adalah program studi pra-universitas yang dirancang sebagai kurikulum dua tahun yang komprehensif sehingga memungkinkan lulusannya untuk memenuhi persyaratan berbagai sistem pendidikan nasional.

Tidak hanya melatih keterampilan dan kualifikasi yang diperlukan para siswa untuk memasuki berbagai perguruan tinggi di seluruh dunia, program DP pada Sinarmas World Academy juga membuat ketentuan bagi siswa untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman mereka tentang hubungan antara disiplin akademik yang mereka dapatkan setiap hari dengan dunia nyata. Siswa didorong untuk merefleksikan pengalaman mereka sebagai pembelajar dalam kehidupan sehari-hari dan membuat hubungan antara disiplin akademik dengan pikiran, perasaan, dan tindakan.

 

Itulah sedikit penjelasan mengenai Kurikulum International Baccalaureate / IB school jakarta beserta dengan Program Diploma IB, salah satu program terpenting untuk Anda atau anak Anda, khususnya yang sedang berada dalam masa pra-universitas.

Untuk Anda yang ingin bersekolah atau menyekolahkan anak Anda di sekolah internasional, maka Anda dapat mempertimbangkan Sinarmas World Academy, yang merupakan internasional school Jakarta berkelas dunia tidak hanya dalam hal kurikulum dan metode, tetapi juga dengan teknologi dan fasilitas yang canggih. Untuk informasi lebih lanjut, dapat Anda peroleh melalui website official Sinarmas World Academy di www.swa-jkt.com.

Kolaborasi dengan Budaya Lokal Jadi Tren Desain Interior 2019

jasa desain interior kantor

Padahal halnya dunia fashion, desain interior bahkan senantiasa mengalami pergeseran popularitas tiap tahun. Meski, aplikasinya pada hunian ataupun bangunan dapat leluasa dioptimalkan layak dengan fungsi dan selera. Menjelang pengujung tahun, bagaimana sangkaan popularitas desain interior tahun 2019?

Gambaran biasa, popularitas akan timbul seiring dengan perkembangan kebudayaan yang terjadi di masyarakat. Kebudayaan yang berkembang di suatu tempat, secara khusus cara pengetahuan, perlengkapan hidup dan teknologi yang berkembang di masyarakatnya, akan memicu popularitas yang timbul di kawasan hal yang demikian. (Baca Juga: jasa design interior)

Ketua Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) Jawa Barat Detty Fitriany mengatakan, letak geografis dan perkembangan kebudayaan masyarakat yang berbeda, juga menimbulkan popularitas yang berbeda pula. “Prinsip itu juga berlaku di dalam dunia arsitektur dan interior,” sebutnya, sebagian waktu lalu.

Pendekatan perancangan hunian di negara-­negara beriklim tropis, seumpama, berbeda dengan pendekatan perancangan di negara-negara subtropis dengan empat musim. Oleh sebab itu, popularitas yang timbul tak serta-merta bisa digunakan semacam itu saja di dalam pe­rancangan hunian, secara khusus perancangan interiornya.

Desainer interior semestinya melihat juga konteks di mana hunian hal yang demikian berada. Di Indonesia, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mengeluarkan tema “Singularity” untuk popularitas forecasting (tutorial popularitas bagi pelaku kreatif Indonesia) untuk 2019/2020 yang diwariskan menjadi empat subtema adalah Exuberant, Neo Medieval, Svarga, dan Cortex.

Tema Singularity berhubungan perubahan zaman, adalah ilustrasi suatu situasi yang mengindikasikan bermacam pergeseran teknologi dan sikap-sikap yang menyertainya, dan ilustrasi masa depan yang masih disentuh. Dalam konsep Singularity, terdapat elemen pertanyaan, kekhawatiran, optimisme, serta kemauan akan apa yang terjadi di masa depan.

Subtema Exuberant dihubungkan dengan sikap positif dan antusiasme dalam melihat kecerdasan buatan (AI) sekalian perasaan santai. Tema itu menonjolkan keceriaan dan optimisme melalui permainan warna yang colorful dengan elemen seni urban atau futuristik dan perpaduan gaya sporty yang santai dengan gaya formal yang cenderung feminin.

Neo Medieval mengusung elemen romantisme abad pertengahan yang mencerminkan sikap cemas akan kemungkinan di masa de­pan yang memicu timbulnya ”benteng pertahanan”. Pandangan ini membangkitkan romantisme dalam sejarah, saat tema abad pertengahan menyatu dengan kemajuan teknologi.

Gambaran visual, tema hal yang demikian menimbulkan kesan gaya khas pejuang futuristik, kuat, tegas, dan elegan, dengan palet warna yang netral dan membumi.

Svarga memperhatikan sisi kemanusiaan dari kecerdasan buatan, adalah jembatan dari bermacam perbedaan tampilan untuk menjadi satu harmoni. Keterbukaan itu menjadikan multikulturasi. Konsep desain dalam tema hal yang demikian menampilkan tabrak corak yang konsisten melihat kese­imbangan antara satu dan yang lain.

Sementara itu, Cortex, yakni paradoks kecerdasan buatan di era evolusi komputerisasi, saat digitalisasi membaur dengan semua aspek kehidupan manusia. Kecerdasan buatan dilihat bisa menolong manusia dalam pelaksanaan riset desain yang berujung pada temuan.

Ia material dengan bantuan teknologi mewarnai tema ini, termasuk format imajiner terprogram , tak terduga, fleksibel, dan dinamis dalam siluet ataupun tekstur.

“Padahal fashion, ada kalanya popularitas kembali ke gaya-gaya yang berkembang di masa lalu, tapi dikemas lagi dengan sentuhan yang lebih modern. Dalam hal ini, neoclassic dan neo medieval yang menjadi model gaya lama yang timbul kembali di masa kini,” tutur Detty yang juga bekerja sebagai dosen di bidang desain interior ini.

Gambaran memperkirakan, gaya klasik murni sepertinya mulai ditinggalkan di tahun depan. Meski, beberapa masyarakat mungkin masih akan memilihnya. Alasannya, di era modern yang serbacepat dengan mobilitas yang tinggi, gaya klasik murni berkesan berat dan kuno kalau tak dikombinasikan dengan bagian ruang yang lebih modern.

 

Aplikasi pada hunian

Ia menerapkan konsep hal yang demikian dalam desain interior hunian, masyarakat tentu bebas memilih gaya dan pendekatan apa yang layak dengan suasana ruang yang diharapkan. “Dalam penggunaannya, konsisten ada skor-skor lokal yang tak dapat dihilangkan semacam itu saja, secara khusus lagi bangsa ini kaya akan macam hias dan elemen-elemen etnik tradisional lain yang bisa memperkuat identitas pe­milik hunian dan memperkaya suasana interiornya,” tutur Detty.

Jika menceritakan, hunian yang bagus tentu semestinya dirancang layak dengan kegiatan dan keperluan yang spesifik dari tiap penghuninya. Padahal halnya pemilihan fashion yang akan menonjolkan kepribadian pemakainya, selera pemilik hunian dalam pemberesan interiornya juga akan menonjolkan karakter dan kepribadiannya.

“Desain interior juga semestinya membumi. Apa bahkan tema dan gaya perancangan yang dipilih, dia semestinya sensitif dengan potensi sumber kekuatan alam dan lingkungan di sekitarnya,” sebut Detty.

Gambaran menyatakan, tak segala material finishing yang baik dan berkwalitas semestinya didatangkan dari luar pulau, malah dari luar negeri. tinggal di Jawa Barat, seumpama, kita bisa menggali potensi-potensi alam Jawa Barat yang bisa kita optimalkan dalam perancangan interior.

“Furnitur menerapkan rotan Cirebon dan upholstery kulit menerapkan kulit Garut,” ujarnya.

 

Baca Juga: jasa desain interior kantor

Hunian ApartemenTangsel Konsisten Bergairah meskipun Overload

Berbatasan seketika dengan apartemen di Jakarta barat, membikin banyak orang beratensi untuk tinggal di wilayah Tangerang Selatan. Kecuali gampang diakses dengan bermacam-macam moda transportasi, Tangerang Selatan malah mempunyai bermacam-macam fasilitas awam pendorong gaya hidup.

Ucap saja sentra perbelanjaan dengan skala internasional seperti AEON, Living World, Selasar Kota, Breeze Mall, atau Bintaro X-Change. Mall-mal hal yang demikian mengusung konsep modern dan mencoba memberikan penemuan berupa nuansa tematik mancanegara.

Tidak heran, jikalau tinggal di Tangerang Selatan sekarang telah seperti tingggal di kawasan bergengsi. Salah satu indikator kemewahan juga kelihatan dari tingginya harga properti di sana.

Memberitakannya, untuk hunian macam apartemen, dikala ini dijual kisaran Rp15–Rp20 jutaan per meter persegi. Harga apartemen yang masih cukup relatif murah dapat ditemukan di tower Alexandria Apartemen Silk Town bilangan Bintaro – Alam Sutera, yang digarap PT Jaya Real Property (JRP), Tbk.

Macam Sanggar seluas 25m2 di apartemen ini dihargai Rp400 jutaan atau sekitar Rp16 juta per meter persegi. Harga ini telah mengalami kenaikan nyaris 21% dibandingi harga perdana tiga tahun lalu merupakan Rp313 juta.

“Untuk wilayah Bintaro Jaya sendiri, demand masih cukup tinggi dan menyebabkan affordability menjadi ikut serta tinggi. Itu yang menjadi alasan kami membangun hunian vertikal supaya harganya dapat dijangkau masyarakat,” ujar Muhammad Abdurahman Fadil, General Manager Property Development 2 PT Jaya Real Property, Tbk.

Kilas balik, dia menyebutkan dua tahun lalu produk apartemen belum tumbuh subur seperti kini. Sejak kesuksesan Jaya dalam menjual unit, segelintir saingan alhasil mencontoh.

Selama masa penjualan dan pengembangan tiga tahun lamanya, proyek apartemen Silk Town telah terjual 72% dari sempurna sebanyak 869 unit. Situasi penjualan berlangsung aktif pada permulaan peluncuran atau tahun 2015.

Tapi masa declining secara makro ekonomi yang terjadi pada tahun 2016 menyebabkan penjualan melambat. Terpenting keadaan ini terkait erat dengan suku bunga bank, dimana saat naik, konsumen akan berdaya upaya lebih panjang untuk membeli properti,” imbuh Fadil.

Menurut catatan  Property Index terupdate, median harga apartemen di Tangerang Selatan senantiasa bergerak naik semenjak kuartal pertama tahun ini. Pada kuartal dua, terjadi kenaikan sebesar 3,12% dibandingi kuartal pertama.

 

 

  • Informasi Lain : Apartemen di Daerah Kebon Jeruk