gerinda tangan

Mesin gerinda tangan ialah mesin yang berfungsi untuk menggerinda benda kerja. Mulanya mesin gerinda cuma dimaksudkan untuk benda kerja berupa logam yang keras seperti besi dan stainless steel. Menggerinda bisa bertujuan untuk memacu benda kerja seperti pisau dan pahat, atau bisa juga bertujuan untuk menyusun benda kerja seperti menata hasil pemotongan, menata hasil las, menyusun lengkungan pada benda kerja yang bersudut, menyiapkan permukaan benda kerja untuk dilas, dan lain-lain.

Baca Juga : https://www.teknikmart.com/mesin-perkebunan-dan-pertanian/mesin-perkebunan/potong-kayu.html

Pada biasanya mesin gerinda tangan diterapkan untuk menggerinda atau memotong logam, tapi dengan memakai batu atau mata yang cocok kita juga bisa memakai mesin gerinda pada benda kerja lain seperti kayu, beton, keramik, genteng, bata, batu alam, kaca, dan lain-lain. Melainkan sebelum memakai mesin gerinda tangan untuk benda kerja yang bukan logam, perlu juga dipastikan supaya kita menerapkannya secara benar sebab pemakaian mesin gerinda tangan untuk benda kerja bukan logam biasanya mempunyai resiko yang lebih besar.

 ALAT PELINDUNG DIRI UNTUK KERJA GERINDA TANGAN
Alat Pelindung Diri (APD) atau Personal Protective Equipment merupakan alat-alat atau kelengkapan yang harus diterapkan untuk melindungi dan menjaga keselamatan pekerja ketika menjalankan profesi yang mempunyai potensi bahaya atau resiko kecelakaan kerja. Alat-alat Pelindung Diri (APD) yang diterapkan patut cocok dengan potensi bahaya dan resiko pekerjaannya sehingga tepat sasaran melindungi pekerja sebagai penggunanya.

Di dalam Perusahaan Manufakturing terutamanya yang bergerak dalam Produksi Perakitan Elektronika, sebagian resiko profesi yang berpotensi berbahaya keselamatan dan kesehatan serta berpotensi memunculkan kecelakan kerja antara lain pengerjaan menyolder, pengerjaan pemotongan kaki Bagian Elektronika, pengerjaan pemakaian bahan-bahan kimia, bunyi-bunyi yang muncul pengaruh mesin produksi, pembuangan limbah dan aktivitas pemindahan bahan-bahan produksi.

Oleh sebab itu, pekerja-pekerja yang menjalankan pengerjaan hal yang demikian membutuhkan kelengkapan atau alat untuk melindungi dirinya sehingga mengurangi resiko bahaya dan kecelakaan kerja. Alat Pelindung Diri atau APD ini ialah salah satu prasyarat penting dalam penggunaan Cara Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Gunakanlah atau SMK3.

a. Alat Pelindung Diri yang dibutuhkan dalam kerja gerinda tangan :

1. Helmet (helm pelindung kepala)
Pakai helm pelindung kepala untuk meminimalisir risiko cedera. Usahakan sebaiknya rambut tak panjang, jika memang panjang, ikat kebelakang dan dimasukkan ke dalam helmet.

2. Face Shield.
Kalau face shield atau penutup wajah untuk menghindari bahaya percikan api dan partikel halus(gram) yang dapat mengenai mata.Pakai tak ada face shield dapat memakai gogle atau kaca-mata.

3. Glove (sarung-tangan)

Sebaiknya pakai sarung tangan yang nyaman tak kaku dan dapat menutupi segala komponen tangan.Pastikan sarung tangan yang Anda gunakan nyaman dan konsisten bisa dengan kencang meraba tombol OFF disaat yang dibutuhkan

4. Earplug (penutup kuping)
Baju alat penutup kuping untuk mengurangi bunyi berisik ketika proses memakai mesin gerinda tangan. Usahakan memakai alat penutup kuping yang telah terstandarisasi secara teknis dan medis untuk mengurangi bunyi berisik yang bisa merusak kuping manusia.

Artikel Lainnya : https://www.teknikmart.com/power-tools-dan-pengukuran/power-tools-listrik/gerinda-tangan.html

5. Safety Shoes (sepatu sefti)
Sepatu ini terbuat dari kulit dan tak gampang terbakar.Pada komponen jemari kaki terdapat lapisan besi baja yang kuat.

6. Pakaian Gunakanlah
Kenakan baju kerja yang standart,bukan dari bahan t-shirt. yang diterapkan merupakan baju yang cukup tebal dan menutupi segala komponen tubuh. Hindari baju yang terlalu longgar sebab bisa mengakibatkan terbelit batu gerinda atau kalau batu gerinda lepas atau pecah masuk ke dalam kolong pakaian.

CONTOH KECELAKAAN PENGGUNAAN GERINDA TANGAN
1. Masuknya serpihan batu gerinda ke mata sebab tak menerapkan kacamata safety.
2. Tangan terkena gerinda sebab benda kerja dikendalikan segera dengan tangan bukan di cekam dengan ragum. Dan tanpa ragum benda kerja bisa terlepas dan mengenai member badan ketika terpental.
3. Terlepasnya batu gerinda dari mesin gerinda sebab tak di cek kepantasan sebelum pengaplikasian dilaksanakan.Pengecekan sungguh-sungguh penting sebelum profesi dilaksanakan.
4. Sesak napas sebab tak menerapkan masker dan serpihan terhirup ke paru-paru.
5. Gendang alat pendengar bisa rusak sebab bunyi dari gerinda yang sungguh-sungguh keraso, oleh sebab itu, direkomendasikan menerapkan ear plug.
6. Rambut terlilit dalam putaran gerinda dikarenakan rambut panjang dan tak mengaplikasikan helm, oleh sebab itu direkomendasikan mengaplikasikan helm dan memotong rambut sampai pendek rapi.
7. Tersetrum kabel gerinda dikarekan tak mengecek keadaan kabel pada gerinda, oleh sebab itu cek dulu kabel gerinda sebelum menancapkan stecker ke stopkontak supaya tak terjadi kecelakaan kerja.
8. Terjatuh dampak terserimpet kabel dikarekan posisi menggerinda yang kurang ideal dan tak disesuakan dengan letak stopkontak, oleh sebab itu perlu kita amati posisi kita ketika menggerinda.

  • Info Tentang Pompa Air : https://www.teknikmart.com/pompa/pompa-irigasi.html

Berikut yakni teladan kejadian riil dikarenakan kekeliruan prosedur kerja gerinda tangan :

1. Dada Pekerja Ini Sobek Terkena Gerinda

Seorang pekerja proyek plafon di wilayah pasar nakal, Denpasar ini mengalami luka robek pada komponen dada kanannya sesudah gerinda yang diterapkannya, melukai dan merobek kulitnya. Kejadian ini berawal dikala Ajar hendak memotong aluminium untuk plafon dengan mengaplikasikan gerinda dan gerinda yang diterapkannya itu terjatuh mengenai dadanya.
Solusinya
Dikala hendak menggerinda sesuatu pastikan daerah, keadaan dan posisi kita aman dan nyaman. Sehingga meminimalisir kecelakaan kerja gerinda.

2. Seorang pekerja bangunan meregang nyawa ketika akan menghaluskan atap genting di sebuah rumah di Jl Saibun, RT 8 RW 4, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur. Korban tewas sebab kehabisan darah sesudah gerinda (alat penghalus) menyabet leher kirinya. Kronologinya dikala korban menyalakan gerinda kemungkinan ia terkejut dan tak kuat membendung hentakan gerinda yang berat dan kuat.
Solusinya

Supaya bisa menggerinda dengan kuat karenanya dibutuhkan metode pemegangan gerrinda yang benar merupakan mengaplikasikan kedua tangan dan menggenggamnya dengan kuat alat teknik.