Sesuai data dinas pendidikan sampang, hingga 2017 tercatat 1.558 anak pada kabupaten sampang, madura, jawa timur putus sekolah.

“jumlah angka putus sekolah ini dari aneka macam strata pendidikan, mulai asal tingkat Sekolah Dasar sampai SMA dan yang sederajat,” kata kabid kurikulum dinas pendidikan sampang arief budiansor di sampang, mirip dilansir antara.

Berdasarkan beliau, secara umum dikuasai anak putus sekolah berasal asal tingkat Sekolah Dasar/madrasah ibtidaiyah. Tercatat sebesar 657 peserta didik putus sekolah di taraf itu.

Sedangkan pada tingkat Sekolah Menengah Pertama/mts terdapat 500 peserta didik yg tidak mampu melanjutkan sekolah. Sisanya, terdapat di taraf SMA/SMK serta ma sebanyak 145 peserta didik.

Dia menyebutkan, sebagian akbar anak putus sekolah bukan karena porto pendidikan yg mahal.

Terdapat faktor lain yg lebih menonjol pada kabupaten ini, mirip menikah di usia dini.

Ada jua yang memilih buat merantau. Mereka mengikuti orangtuanya pada luar madura, mirip kalimantan, jakarta atau ke surabaya. Bahkan ada yg ikut orangtuanya bekerja di luar negeri sebagai tki.

Umumnya peserta didik yg putus sekolah itu asal dari wilayah pedesaan dan forum pendidikan yang terdapat di bawah naungan yayasan atau pesantren.

“jika pada wilayah kota, hampir tidak terdapat anak putus sekolah. Kalaupun ada, karena faktor ekonomi. Akan tetapi itu dulu. Kini kan telah terdapat dana bos,” ujar budiansor.

Buat menekan banyaknya pelajar yg putus sekolah, disdik sampang berupaya mendirikan sekolah unit baru pada masing-masing kecamatan. Pemkab jua mengaktifkan acara pendidikan kejar paket.

Selain itu, disdik terus memberikan pemahaman kepada orangtua siswa akan pentingnya menuntaskan pendidikan. Ini artinya bekal hayati sesudah bermasyarakat.

Berdasarkan data bps di 2013, homogen-homogen nasional nomor putus sekolah usia 7-12 tahun mencapai 0,67 % atau 182.773 anak; usia 13-15 tahun sebesar dua,21 % atau 209.976 anak; dan usia 16-18 tahun mencapai tiga,14 persen atau 223.676 anak.

Provinsi jawa timur tercatat sebagai provinsi dengan anak putus sekolah terbanyak, yakni mencapai 35.546 anak. Sedangkan kabupaten/kota terbanyak anak putus sekolah adalah di kabupaten sampang.