Masyarakat Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), akan merasakan pasokan listrik dari tenaga angin. Dengan dibangunnya Pembangkit Listrik Energi Bayu (PLTB) 3 Mega Watt (MW) di Kadumbul, Sumba Timur.

Direktur Jenderal Kekuatan Baru, Terbarukan dan Konservasi Kekuatan (EBTKE) Kementerian Kekuatan Sumber Energi Mineral (ESDM), Rida Mulyana, mengatakan sejumlah badan usaha tengah mempersiapkan proyek-proyek Kekuatan Baru dan Kekuatan Terbarukan (EBT) di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur, dalam rangka menyukseskan Program Pengembangan Pulau Sumba sebagai Pulau Ikonis Kekuatan Terbarukan (Sumba Iconic Island/SII).

‎”Salah satu proyek tenaga terbarukan hal yang demikian dikala ini sedang dipersiapkan oleh PT Hywind dengan PLTB 3 Mega Watt (MW) di Kadumbul, Sumba Timur,” kata Rida, dikutip dari web sah Kementerian ESDM, di Jakarta.

Sementara itu, Direktur Utama PT Hywind Chandra Soemitro, menyatakan dikala ini sudah menjalankan studi kepantasan atau Feasibility Studies dan studi jaringan interkoneksi atau ( Grid Interconnection Studies), untuk pembangunan PLTB hal yang demikian. PLTB hal yang demikian rencananya akan menerapkan skema on-grid,” tutur ia.

Pada berikutnya, PT Hywind dengan PT PLN (Persero) kawasan NTT akan mempersiapkan pengerjaan pengadaan proyek hal yang demikian. Kecuali menyiapkan pengadaan, PT Hywind juga sudah mengerjakan pelatihan dan sosialisasi dengan warga setempat.

Kecuali PLTB yang dioptimalkan PT Hywind, Proyek lainnya merupakan PLTBm Bodo Hula, Sumba Barat dengan kapasitas 1 MW, yang dioptimalkan oleh PT Sumbar Dharma.

Dikala ini, proyek PLTBm hal yang demikian sudah menjalankan uji bobot sebanyak 3 kali. Pada uji kali ke-3, PLTBm beroperasi stabil dengan bobot maksimim sebesar 1011 kW.

Pada operasionalisasi, sudah ditandatangani perjanjian Tempat Sama Operasional antara Ditjen EBTKE, Kementerian ESDM, PT PLN (Persero) dan Pemerintah Kekuatan Kabupaten Sumba Barat pada 18 April 2018.

Program SII ialah program yang diinisiasi semenjak 2010 oleh Kementerian ESDM, Kementerian PPN/Bappenas dan Hivos. Pada 2015, Pulau Sumba diatur sebagai Pulau Ikonis Kekuatan Terbarukan melewati Keputusan Menteri Kekuatan dan Sumber Energi Mineral Nomor 3051 K/30/MEM/2015 tanggal 1 Juni 2015.

Program ini bertujuan untuk menyediakan jalan masuk tenaga yang bisa dipercaya di Sumba melewati pengembangan tenaga terbarukan, yang melibatkan bermacam pemangku kepentingan bagus di tingkatan sentra, tempat, ataupun internasional, bagus lembaga pemerintah, non-pemerintah ataupun badan usaha.