• Category Archives: Pendidikan

Pasang “Police Line” Tetapi Tidak Tahu Maknanya

 

Sering kita saksikan tempat kejadian perkara (TKP) pidana dipasangi garis polisi (police line) berupa pita berwarna kuning seperti gambaran di atas. Dipasang melingkari TKP. Itulah garis polisi yang tidak boleh dilalui atau dimasuki oleh orang yang tidak memiliki wewenang kepada TKP. Disaat dipasang garis polisi, TKP dinyatakan sebagai status quo, status apa adanya atau persis disaat kejadian perkara. Tidak boleh dimasuki, diutak-atik, dipegang tanpa prosedur yang dibenarkan forensik kepolisian. Yang terjadi sering kali kita saksikan garis polisi tersebut dimasuki warga dengan seenaknya. TKP diinjak-injak atau barang bukti disetuh dan dipindahkan. Selain warga, ironisnya, sering kali pula dijumpai oknum polisi masuk TKP memindah-mindahkan benda-benda di dalam TKP atau menyentuh barang bukti di TKP tanpa sarung tangan. Suatu hal yang betul-betul sungguh terlarang. Sidik jari di barang bukti/benda yang disentuh tanpa sarung tangan hal tersebut akan membuat sidik jari tertindih si pemegang atau malah sidik jari pelaku hilang sama sekali. TKP harusnya steril. Memindahkan benda-benda di dalam TKP harus mengikuti prosedur, tidak boleh sembarang orang. Jika ada korban nyawa yang harus dipindahkan secara darurat, sebelum korban diangkat dari posisinya, letak tubuh korban harus digambar dengan spidol atau kapur tulis. TKP yang telah diacak-acak akan tidak berguna lagi bagi penyidikan kepolisian. Apa gunanya TKP jika letak korban telah tidak diketahui persis lagi, sidik jari telah terhapus sebab disentuh sembarangan, dan posisi benda-benda yang diduga kuat dipakai dalam suatu kejadian pidana telah diubah-ubah atau dihilangkan. Seperti kejadian belum lama ini rumah kontrakan dibobol maling. Alih-alih mengamankan TKP dengan mengambil sidik jari di pintu. Ini oknum polisi yang memeriksa hanya lihat-lihat saja, lalu pergi meninggalkan TKP. Dengan alasan keamanan karena pintu yang dirusak maling tersebut diganti baru oleh pemilik rumah, yang tidak mengenal pentingnya sidik jari, padahal di pegangan pintu itulah kemungkinan ada sidik jari si maling, kecuali di tempat perhiasan yang diambil si maling, yang kesemuanya telah dipegang-pegang oleh maling . Polisi tidak mengerjakan pengamanan pada TKP. Dalam contoh kejadian kongkret di atas, kepolisian akan kesusahan membongkar kasusnya. Karena, pembobolan rumah itu sendiri terjadi tanpa diperhatikan orang lain alias tanpa saksi mata. Satu-satunya jalan yang paling masuk nalar membongkar kasus demikian yakni lewat sidik jari. Sayangnya, sidik jari itu sendiri telah hilang. Mungkin bermanfaat untuk kamu mengenal prosedur tindakan pertama pada TKP berikut ini: (i) hubungi polisi secepatnya. Sebelum polisi datang, pastikan TKP aman dari kebobolan atau gangguan dari siapa saja guna mempertahankan keautentikan (status quo)TKP; (ii) sesudah polisi datang dan memasang garis polisi (police line), pastikan TKP konsisten status quo atau asli apa adanya sebelum oleh TKP selesai dilaksanakan; dan (iii) jangan sekali malahan meyentuh barang bukti atau benda-benda apa saja di dalam TKP, tanpa sarung tangan, atau memindahkan letak barang bukti di luar prosedur. Semoga berkguna.

Baca Juga: Road Barrier

Sekolah Kristen Nasional ketika ini

Sekolah Kristen – Pendidikan merupakan dasar asal kehidupan yg lebih baik. Tapi faktanya, tidak seluruh orang bisa memperoleh pendidikan, serta lebih kurang 62 juta anak wanita di global tidak bersekolah.

Demi mewujudkan anak-anak perempuan mampu bersekolah, sebuah kampanye internasional digagas michelle obama.

“saat terdapat 62 juta anak wanita pada global tidak bersekolah, ialah hal yang tragis karena membuang potensi insan. Ini juga ialah tantangan berfokus ke depannya mulai berasal kesehatan rakyat, kendala perekonomian nasional dan kesejahteraan global, hingga ancaman keamanan dunia pada semua global,” tulis michelle obama dalam artikel di the wall street journal dikutip..

Pada tulisannya, michelle mengungkapkan bahwa melalui pendidikan bisa membentuk anak perempuan tidak menikah dini. Hal ini membuat tingkat kematian bunda lebih rendah. Kemudian, anak wanita yang bisa mengenyam pendidikan bisa menaikkan ekonomi negara tadi.

“pendidikan jua bisa menjadi alat ampuh bagi wanita untuk melawan ekstremisme dan kekerasan,” tulis michelle.

Tiga Komponen Inti dalam Kurikulum International Baccalaureate

Image result for international baccalaureate

Sebelum Anda memahami mengenai mata pelajaran yang ada dalam Program Diploma (DP) Kurikulum International Baccalaureate, Anda perlu memahami terlebih dahulu komponen inti yang ada sebelum akhirnya tercipta berbagai kelompok mata pelajaran dan berbagai mata pelajaran yang ditawarkan. Untuk itu, mari simak penjelasan berikut ini.

 

Komponen Inti

Ada tiga komponen inti yang harus diselesaikan secara mandiri oleh siswa, tetapi tetap dipantau oleh pengawas terlatih dalam Program Diploma (DP) yang digunakan oleh berbagai sekolah internasional di Jakarta dengan Kurikulum International Baccalaureate. Salah satunya, yaitu Sinarmas World Academy. Komponen tersebut adalah:

  • Creative, Action, Service (CAS)

CAS melibatkan siswa dalam berbagai kegiatan di samping studi akademis mereka di seluruh Program Diploma. Di sini siswa akan menyelesaikan serangkaian kegiatan di luar ruang kelas yang dirancang untuk membantu siswa berkembang pada tingkat pribadi, serta memberi mereka waktu untuk tidak belajar. Tidak hanya itu, tiga poin CAS ini juga akan membantu siswa meningkatkan pengembangan pribadi dan interpersonal siswa melalui pembelajaran pengalaman dan memungkinkan perjalanan penemuan jati diri.(Baca Juga: daftar sekolah di BSD paling favorit)

  • Kreativitas (Creative): Ini bisa berupa belajar instrumen, berakting dalam drama, atau menulis cerita pendek.
  • Tindakan (Action): Ini umumnya kegiatan yang berhubungan dengan olahraga, dan dapat mencakup kegiatan olahraga yang kurang umum seperti panjat tebing.
  • Layanan (Service): Siswa dapat menjadi sukarelawan atau terlibat dengan badan amal.
  • Theory of Knowledge (TOK)

Ini adalah kelas filosofi di mana Anda secara kritis memeriksa pengetahuan dan bagaimana itu dapat diterapkan pada berbagai situasi kehidupan nyata. Para siswa akan menyelidiki beberapa pertanyaan yang cukup luas seperti “Bagaimana kita tahu apa yang kita ketahui?” Dan “Apa cara mengetahui yang berbeda?”. Pertanyaan seperti ini tidak memiliki jawaban konkret, jadi ini memaksa para siswa untuk menggali lebih dalam dan berpikir kritis, serta mengidentifikasi asumsi yang Anda buat dan bias yang Anda miliki yang dapat mengaburkan cara Anda memandang dunia. Dalam melatih pemikiran kritis ini, siswa ajak menyelidiki dan memperdalam pemahaman mereka tentang pengetahuan sebagai konstruksi manusia.

  • Extended Essay (EE)

Extended essay meminta siswa untuk terlibat dalam penelitian independen melalui studi mendalam tentang pertanyaan yang berkaitan dengan salah satu mata pelajaran DP yang mereka pelajari.

 

Itulah 3 komponen inti yang ada dalam Program Diploma (DP) Kurikulum International Baccalaureate sebelum akhirnya tercipta berbagai kelompok mata pelajaran dan berbagai mata pelajaran yang ditawarkan. Untuk Anda yang ingin bersekolah atau menyekolahkan anak Anda di sekolah internasional, maka Anda dapat mempertimbangkan Sinarmas World Academy, yang merupakan internasional school Jakarta berkelas dunia tidak hanya dalam hal kurikulum dan metode, tetapi juga dengan teknologi dan fasilitas yang canggih.

 

Baca Juga: Popularitas international school jakarta semakin lama semakin naik.