• Category Archives: Pendidikan

Tiga Komponen Inti dalam Kurikulum International Baccalaureate

Image result for international baccalaureate

Sebelum Anda memahami mengenai mata pelajaran yang ada dalam Program Diploma (DP) Kurikulum International Baccalaureate, Anda perlu memahami terlebih dahulu komponen inti yang ada sebelum akhirnya tercipta berbagai kelompok mata pelajaran dan berbagai mata pelajaran yang ditawarkan. Untuk itu, mari simak penjelasan berikut ini.

 

Komponen Inti

Ada tiga komponen inti yang harus diselesaikan secara mandiri oleh siswa, tetapi tetap dipantau oleh pengawas terlatih dalam Program Diploma (DP) yang digunakan oleh berbagai sekolah internasional di Jakarta dengan Kurikulum International Baccalaureate. Salah satunya, yaitu Sinarmas World Academy. Komponen tersebut adalah:

  • Creative, Action, Service (CAS)

CAS melibatkan siswa dalam berbagai kegiatan di samping studi akademis mereka di seluruh Program Diploma. Di sini siswa akan menyelesaikan serangkaian kegiatan di luar ruang kelas yang dirancang untuk membantu siswa berkembang pada tingkat pribadi, serta memberi mereka waktu untuk tidak belajar. Tidak hanya itu, tiga poin CAS ini juga akan membantu siswa meningkatkan pengembangan pribadi dan interpersonal siswa melalui pembelajaran pengalaman dan memungkinkan perjalanan penemuan jati diri.(Baca Juga: daftar sekolah di BSD paling favorit)

  • Kreativitas (Creative): Ini bisa berupa belajar instrumen, berakting dalam drama, atau menulis cerita pendek.
  • Tindakan (Action): Ini umumnya kegiatan yang berhubungan dengan olahraga, dan dapat mencakup kegiatan olahraga yang kurang umum seperti panjat tebing.
  • Layanan (Service): Siswa dapat menjadi sukarelawan atau terlibat dengan badan amal.
  • Theory of Knowledge (TOK)

Ini adalah kelas filosofi di mana Anda secara kritis memeriksa pengetahuan dan bagaimana itu dapat diterapkan pada berbagai situasi kehidupan nyata. Para siswa akan menyelidiki beberapa pertanyaan yang cukup luas seperti “Bagaimana kita tahu apa yang kita ketahui?” Dan “Apa cara mengetahui yang berbeda?”. Pertanyaan seperti ini tidak memiliki jawaban konkret, jadi ini memaksa para siswa untuk menggali lebih dalam dan berpikir kritis, serta mengidentifikasi asumsi yang Anda buat dan bias yang Anda miliki yang dapat mengaburkan cara Anda memandang dunia. Dalam melatih pemikiran kritis ini, siswa ajak menyelidiki dan memperdalam pemahaman mereka tentang pengetahuan sebagai konstruksi manusia.

  • Extended Essay (EE)

Extended essay meminta siswa untuk terlibat dalam penelitian independen melalui studi mendalam tentang pertanyaan yang berkaitan dengan salah satu mata pelajaran DP yang mereka pelajari.

 

Itulah 3 komponen inti yang ada dalam Program Diploma (DP) Kurikulum International Baccalaureate sebelum akhirnya tercipta berbagai kelompok mata pelajaran dan berbagai mata pelajaran yang ditawarkan. Untuk Anda yang ingin bersekolah atau menyekolahkan anak Anda di sekolah internasional, maka Anda dapat mempertimbangkan Sinarmas World Academy, yang merupakan internasional school Jakarta berkelas dunia tidak hanya dalam hal kurikulum dan metode, tetapi juga dengan teknologi dan fasilitas yang canggih.

 

Baca Juga: Popularitas international school jakarta semakin lama semakin naik.

Subyek dalam Program Diploma (DP) Kurikulum International Baccalaureate

Image result for international baccalaureate

Jikalau dalam artikel Kurikulum International Baccalaureate dan Program Diploma IB (DP) telah dijelaskan mengenai apa itu Kurikulum International Baccalaureate dan bagaimana Program Diploma IB (DP) menjadi program terpenting dalam kurikulum International Baccalaureate khususnya untuk Anda atau anak Anda yang sedang berada dalam masa pra-universitas, maka pada kesempatan kali ini, artikel ini akan menjelaskan mengenai subjek atau mata pelajaran dalam Program Diploma IB (DP) yang bisa Anda pilih.

 

Subyek atau Mata Pelajaran

Kurikulum IB tidak seperti kurikulum sekolah menengah atas lainnya. Hal ini dikarenakan kurikulum IB mengharuskan Anda untuk mengambil mata pelajaran di berbagai disiplin ilmu, di mana sebagian besar kurikulum memungkinkan Anda untuk berspesialisasi. Ini juga mengharuskan Anda mengambil bagian dalam kegiatan di luar kelas, seperti pelayanan masyarakat dan olahraga. (Baca Juga: Keunggulan dari cambridge curriculum )

Berikut ini adalah berbagai kelompok mata pelajaran tersebut.
• Grup 1: Studi Bahasa dan Sastra (Studies in Language and Literature)
• Grup 2: Penguasaan Bahasa (Language Acquisition)
• Grup 3: Individu dan Masyarakat (Individuals and Societies)
• Grup 4: Sains Eksperimental (Experimental Sciences)
• Grup 5: Matematika dan Ilmu Komputer (Mathematics and Computer Science)
• Grup 6: Karya Seni (The Arts)

Dari enam kelompok berbeda di atas, Anda harus mengambil enam mata pelajaran: min. 1 dari masing-masing grup; bahasa dan sastra, humaniora, sains, matematika, dan mata pelajaran seni, atau subjek tambahan dari grup 2, 3, atau 4.

Dari jumlah tersebut, Anda harus memilih minimal tiga (maksimum empat) subjek level lebih tinggi (Higher Level), dan minimum tiga subjek level standar (Standard Level). Perbedaan utamanya adalah bahwa subjek HL memiliki cakupan yang lebih luas, yang berarti Anda harus menunjukkan pengetahuan dan pemahaman yang lebih luas.

Berikut ini adalah berbagai mata pelajaran yang ditawarkan oleh sekolah internasional di Jakarta dengan Kurikulum International Baccalaureate dan program Diploma IB (DP) nya. Salah satunya, Sinarmas World Academy.

 

Kelompok Mata Pelajaran Mata Pelajaran yang Ditawarkan

Studi Bahasa & Sastra:

• Bahasa Inggris
• Bahasa Mandarin
• Bahasa Indonesia
• Bahasa Korea

Penguasaan Bahasa:

• Bahasa Inggris
• Bahasa Mandarin
• Bahasa Indonesia
• Kursus Bahasa Online (Pamoja)

Individu & Masyarakat:

• Manajemen bisnis
• Sistem Lingkungan & Masyarakat
• Ekonomi

Sains:

• Biologi
• Kimia
• Fisika
• Sistem Lingkungan & Masyarakat
• Ilmu Komputer

Matematika:

• Matematika (HL/SL)
• Studi Matematika SL

 

Itulah subjek atau mata pelajaran dalam Program Diploma IB (DP) yang bisa Anda pilih. Untuk Anda yang ingin bersekolah atau menyekolahkan anak Anda di sekolah internasional, maka Anda dapat mempertimbangkan Sinarmas World Academy, yang merupakan internasional school Jakarta berkelas dunia tidak hanya dalam hal kurikulum dan metode, tetapi juga dengan teknologi dan fasilitas yang canggih. Untuk informasi lebih lanjut, dapat Anda peroleh melalui website official di https://www.swa-jkt.com/.

Kurikulum International Baccalaureate dan Program Diploma IB (DP)

IB school jakarta

Kurikulum International Baccalaureate (IB) adalah kurikulum yang diakui secara internasional dengan tujuan untuk membina siswa berpikiran internasional dan berpengetahuan luas. Ada sekitar 5.000 sekolah internasional di seluruh dunia yang menawarkan Kurikulum International Baccalaureate ini.

Salah satunya adalah Sinarmas World Academy sebagai salah satu sekolah internasional di jakarta. Meskipun demikian, masih banyak dari kita sebagai orangtua yang tidak paham dengan kurikulum yang satu ini. Untuk itu, melalui artikel ini, Kami akan memberikan sedikit pemahaman tentang Kurikulum International Baccalaureate beserta dengan salah satu program terpenting untuk Anda atau anak Anda, khususnya yang sedang berada dalam masa pra-universitas. Berikut penjelasannya.

 

Apa itu Kurikulum International Baccalaureate dan Mengapa itu Penting?

IB adalah kurikulum sekolah internasional tingkat menengah atas yang diakui secara global yang dijalankan oleh International Baccalaureate Organization (IBO), sebuah organisasi nirlaba independen yang berbasis di Swiss. Adapun dalam kurikulum International Baccalaureate ini terdapat empat program yang melayani siswa dari usia tiga hingga 19 tahun, tetapi biasanya yang dapat Anda manfaatkan untuk mendaftar ke universitas adalah Program Diploma IB (DP), yang merupakan pendidikan dalam dua tahun terakhir di tingkat menengah atas.

 

Program Diploma IB (DP)

Program diploma dalam kurikulum International Baccalaureate adalah program yang mempersiapkan siswa untuk sukses, baik di dunia perguruan tinggi dan maupun menjadi seseorang yang aktif dalam masyarakat global. Sesuai dengan definisinya, program DP pada Sinarmas World Academy adalah program studi pra-universitas yang dirancang sebagai kurikulum dua tahun yang komprehensif sehingga memungkinkan lulusannya untuk memenuhi persyaratan berbagai sistem pendidikan nasional.

Tidak hanya melatih keterampilan dan kualifikasi yang diperlukan para siswa untuk memasuki berbagai perguruan tinggi di seluruh dunia, program DP pada Sinarmas World Academy juga membuat ketentuan bagi siswa untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman mereka tentang hubungan antara disiplin akademik yang mereka dapatkan setiap hari dengan dunia nyata. Siswa didorong untuk merefleksikan pengalaman mereka sebagai pembelajar dalam kehidupan sehari-hari dan membuat hubungan antara disiplin akademik dengan pikiran, perasaan, dan tindakan.

 

Itulah sedikit penjelasan mengenai Kurikulum International Baccalaureate / IB school jakarta beserta dengan Program Diploma IB, salah satu program terpenting untuk Anda atau anak Anda, khususnya yang sedang berada dalam masa pra-universitas.

Untuk Anda yang ingin bersekolah atau menyekolahkan anak Anda di sekolah internasional, maka Anda dapat mempertimbangkan Sinarmas World Academy, yang merupakan internasional school Jakarta berkelas dunia tidak hanya dalam hal kurikulum dan metode, tetapi juga dengan teknologi dan fasilitas yang canggih. Untuk informasi lebih lanjut, dapat Anda peroleh melalui website official Sinarmas World Academy di www.swa-jkt.com.

Cambridge International: Murid Indonesia Paling Melek Teknologi

saint monica kelapa gading

Siswa Indonesia paling melek teknologi di dunia. Pernyataan itu seolah mengada-ada, namun itulah faktanya. Menurut penelitian terkini dikerjakan Cambridge International lewat Global Education Census, posisi hal yang demikian cuma dapat disaingi oleh siswa Amerika Serika.

Kajian itu mengucapkan siswa Indonesia yakni pengguna teknologi tertinggi di dunia dalam bidang pengajaran. Siswa Indonesia juga paling bersuka cita untuk menjadi pengusaha dibandingi siswa lainnya di negara lain. Sensus yang dilakukan Cambridge International yang yakni komponen dari Universitas Cambridge, menelaah kehidupan sekolah di semua dunia untuk siswa 12–19 tahun. Di Indonesia, mereka menyurvei 502 siswa dan 637 siswa.

Kementerian Pengajaran dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengukur hasil penelitian Cambridge Internasional memperlihatkan pengembangan infrastruktur teknologi informatika dan komunikasi (TIK) di Indonesia telah berada di jalan yang benar. Ke depan Kemendikbud akan meningkatkan pemanfaatan teknologi di dunia pengajaran, termasuk melengkapi infrastrukturnya. (Baca Juga: saint monica kelapa gading )

“Siswa Indonesia terus melanjutkan petualangan mereka sebagai pemikir masa depan, inovator, dan pemimpin. Integrasi teknologi untuk menunjang pelajaran mereka akan menolong mereka bersaing dalam pasar global,” ujar Direktur Regional Asia Tenggara dan Pasifik Cambridge International Ben Schmidt, diberitakan web Cambridge International.

Menurut Cambridge Internasional, siswa Indonesia memakai teknologi di kelasnya melebihi siswa di negara lain, pun menaklukkan negara berkembang. Siswa Indonesia juga sungguh-sungguh tinggi secara global dalam memakai teknologi kabar atau ruang komputer sampai 40%. Mereka juga paling tinggi memakai komputer sebesar 54% di belakang AS.

Lebih dari dua pertiga siswa Indonesia (67%) memakai hand phone mahir di kelas. Umumnya mereka juga menerapkannya untuk menjalankan profesi rumah (81%). Kendati demikian, mereka masih memakai pensil dan kertas di kelas dan di rumah. 90% guru juga masih memakai papan putih di kelas.

Sebanyak 84% siswa Indonesia hampir menyamai siswa AS merupakan 85% dalam pemakaian notebook untuk menjalankan profesi rumah. Passion kepada teknologi mungkin tak mengagetkan di Indonesia, sebab jumlah pengguna dunia online di Tanah Air menempuh 143,26 juta pada 2017 menurut data Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Survei Pengajaran Global membongkar siswa Indonesia juga mau konsisten bersentuhan dengan dunia teknologi sesudah mereka lulus. Sebanyak 93% siswa Indonesia mengaku mau melanjutkan pengajaran ke lembaga yang lebih tinggi, 26% siswa mau menjadi dokter atau dokter gigi, 7% siswa Indonesia beratensi menjadi pengusaha. 6% siswa memilih berkarier di bidang teknologi seperti menjadi pengembang peranti lunak, dan 39% siswa mau belajar ilmu komputer.

Sensus Pengajaran Global memfoto keadaan 20.000 siswa dan guru di semua dunia, dengan konsentrasi 10 negara, termasuk Indonesia, Malaysia, AS, dan Argentina. Ben Schmidt mengucapkan, sensus ini kapabel memerikan pendalaman dan data pertama untuk memahami bagaimana pelaksanaan pelajaran dan teknologi secara global. Ini juga menjadi peluang untuk penemuan dan kreativitas dalam praktek pelajaran.

Sekjen Kementerian Pengajaran dan Kebudayaan Ajar Suhardi memperkenalkan rasa syukurnya atas penelitian yang menjadi info berbahagia bagi dunia pengajaran hal yang demikian. ‘’Penelitian ini cocok dengan fakta bahwa pengembangan infrastruktur TIK di Indonesia ada di jalan yang benar,’’ katanya.

Ajar mengakui bahwa pelajar Indonesia beberapa besar pengguna telepon genggam yang sungguh-sungguh aktif. Oleh sebab itu, pemerintah bahkan tak dapat melarang mereka menerapkan gawai hal yang demikian. Berdasarkan ia, yang dapat pemerintah lakukan yakni dengan memanfaatkan telepon genggam mereka untuk mengakses materi maupun bahan didik untuk menambah pengetahuan mereka.

“Kita punya rumah belajar dan Layar edukasi yang dapat di bisa akses di semua Indonesia. Siswa kita di samping seluruh memperoleh dari para guru, mereka dapat mengakses banyak materi dari media yang ada. Ini suatu kelebihan yang dimiliki oleh pelajar Indonesia,” tuturnya.

Ajar memperkenalkan, pengembangan teknologi dikerjakan pula di ujian nasional (UN) di mana ujian berbasis komputer (UNBK) dirintis dijalankan 2015. Perhatian pemerintah akan teknologi bahkan malahan tinggi kian tahun depan, ujar Ajar, pun UNBK akan malahan 100% di semua SMA dan SMK dan 80% di satuan pengajaran SMP.

Di sisi lain, pengadaan fasilitas TIK di sekolah juga sungguh-sungguh masif dikerjakan di semua Indonesia. Bahkann sekolah bahkan boleh menerapkan dana bantuan operasional sekolah (BOS) untuk membeli komputer di semua seluruh sekolah. Kecuali dana BOS, ujarnya, pemerintah kecuali dan pusat bahkan menolong pengadaan komputer sebagai alat membantu belajar lewat APBN dan APBD dengan melewati dana yang sungguh-sungguh banyak.

Ajar melanjutkan, di dalam didik teknis BOS sekolah bahkan malahan untuk memakai beberapa dananya untuk langganan bisa dunia online sehingga tak ada hambatan para siswa untuk mengakses materi memperoleh pembelajaran setiap. Kecuali itu, terangnya di dalam Kurikulum 2013 juga telah terpampang telah bahwa jelas TIK menjadi komponen dari semua mata memperoleh.

“Jadi, pembelajaran mata memperoleh dalam pembelajaran pembelajarannya memakai TIK sebagai alat membantu pelaksanaan belajar cara kerja,” tuturnya.

Sementara itu, Kemendikbud juga terus mengajar pemanfaatan teknologi di dunia pengajaran. Menurut International Symposium on Open, Distance and E-Learning 2018 (ISODEL) yang diselenggarakan di Bali 305 Desember lalu, pemerintah akan menindaklanjuti 22 berdasarkan dan 20 kesimpulan untuk anjuran pengajaran 4.0 untuk Indonesia.

Dari materi yang pendidikan dikenalkan narasumber, bermacam-macam menghasilkan berdasarkan seperti pelaksanaan dan cara kerja belajar perubahan di dalam era pengajaran 4.0 merupakan bermain, belajar, dan adalah terjadi di dalam satu waktu yang sama, berkembangnya gamifakasi, e-commerce, virtual, dan belajar dari dunia maya lainnya, pelaksanaan belajar-cara kerja mengajar bukan cuma sebagai lahan bisnis semata dan belajar menjadi lebih personal dan sosial dengan memakai menggunakan dan konten visual.

Menurut keadaan hal yang demikian, pembelajaran dan teknik belajar taktik konsentrasi pada pelajar, memanfaatkan teknologi menggunakan, dan memakai pendekatan inovatif, kedua belah pihak, guru dan pelajar taktik melek menggunakan/kabar, melek teknologi, termasuk melibatkan peran masyarakat, dan orang tua di dalam pengajaran universal, konten pengajaran yang memenuhi preferensi guru dan siswa taktik wajib dan diperkaya dalam lingkungan pengajaran dan keterampilan dasar TIK taktik wajib di tingkat dasar.

Pengamat Pengajaran dari UPI Said Hamid Hasan meyakini bahwa penelitian yang dikerjakan Cambridge itu cocok fakta yang ada di lapangan. Dalam pandangannya, UNBK pantas juga fakta yang memperlihatkan keakraban siswa Indonesia dengan teknologi. (Baca Juga: http://wartakota.tribunnews.com/2018/11/09/membahagiakan-para-siswa-dalam-acara-childrens-day)

Ia dia menuturkan, ruang kelas di tanah air juga telah banyak yang memakai LCD, komputer, dunia online. Malah, di SMA banyak yang telah memakai e-rapport, dan mengajar sedang sekarang untuk SD dan SMP. Mahasiswa juga demikian. Perguruan tinggi telah memakai menggunakan daring setiap saat, lalu untuk registrasi hasil semester dan membayar uang kuliah lewat HP. “Aku yakin penelitian itu fair,” ungkapnya.

Di sisi lain, ia masih registrasi adanya hambatan TIK di Indonesia. Hambatan dimaksud pantas adalah listrik dan permasalahan langganan listrik yang mahal. Kecuali itu bahkan tak ada harga khusus permasalahan langganan listrik khusus untuk satuan pengajaran yang lebih murah.

Setelah Bertemu Presiden Jokowi Adul Kini Bersemangat Sekolah

sekolah

Berakhir bersua presiden RI Joko Widodo Senin (3/12/2018), Muklis Abdul Kholik alias Adul (9), bocah difabel yang berangkat sekolah dengan sistem merangkak sejauh 3 kilometer kembali berguru hari ini. Kali ini, dia mengaplikasikan ojek bersama ibunya, Pipin.

“Kasihan ia kemarin capek ke Bekasi turut acara Hari Disabilitas Nasional, jadi pergi gunakan ojek,” ujar Pipin dijumpai di sekolah Adul SDN 10 Cibadak.

Tak ada sikap berbeda ditunjukan Adul terhadap sahabat dan gurunya, sedangkan sudah menjalani pengalaman yang cukup istimewa.

Guru-guru di SDN 10 Cibadak Sukabumi menyambut kedatangan bocah kelas 3 SD hal yang demikian. Senyumnya masih mengembang, sebelum masuk kelas ia nampak menyalami guru kelasnya.

“Tak ada yang berubah, masih Adul seperti kemarin yang kami ajar dan besarkan di sekolah ini. Tak ada rasa tinggi hati atau gimana sedangkan telah menjalani hari yang istimewa kemarin bersua dengan presiden Jokowi tak cuma bersua pun, ia malahan digendong,” kata Epi Mulyadi, Kepala Sekolah SDN 10.

Adul duduk di deretan tempat duduk depan, hari ini ia meniru ujian akhir susulan mata pembelajaran kesenian bersama sebagian orang sahabatnya. Epi sendiri berinisiatif menggeser sebagian kesibukan sekolah sebab banyaknya tetamu sesudah Adul diketahui sebab motivasinya untuk sekolah.

\\\”Sebagai sekolah daerah Adul mengenyam pengajaran, kami beserta guru merasa berbangga kemauan dan mimpi Adul untuk bersua dengan presiden tercapai. Ia juga bercerita saat digendong dan foto dengan presiden, ia juga mengaku telah memperkenalkan harapannya untuk menerima pengajaran sampai kuliah nanti,\\\” lanjut Epi.

Berakhir meniru pembelajaran, seperti awam Adul melemparkan senyuman terhadap awak media yang menunggunya. Ia menyebutkan peristiwa-peristiwa ketika bersama dengan Jokowi, termasuk kemauannya untuk terus belajar sampai kuliah.

\\\”Aku berterimakasih terhadap bapak dan ibu guru di sekolah, terhadap wartawan dan seluruh yang telah mengantarkan aku bersua dengan bapak presiden. Aku berbahagia dan bergembira, aku cuma berharap sekolah dan belajar hingga cita-cita aku tercapai,\\\” simpelnya diantar sang ibu, Pipin (45).